Tes Kebocoran VPN

Periksa apakah VPN Anda membocorkan alamat IP asli, permintaan DNS, atau data WebRTC. Tes privasi gratis dan instan.

Periksa apakah VPN Anda membocorkan IP asli, permintaan DNS, atau data WebRTC

APIPOST /api/v1/network/vpn-leak/dns
5(6 suara)
6
pemeriksaan dilakukan
Coba juga: Apa IP Saya
Jalankan Pemeriksaan

Fitur Utama

100% Gratis

Tanpa pendaftaran, pemeriksaan tanpa batas

Hasil Instan

Analisis real-time dengan laporan terperinci

Akses REST API

Integrasikan ke alur kerja Anda melalui API

Data Akurat

Kueri real-time ke sumber otoritatif

Apa itu Tes Kebocoran VPN?

Tes Kebocoran VPN menjalankan tiga pemeriksaan independen untuk memastikan koneksi VPN Anda benar-benar melindungi privasi. Pemeriksaan Kebocoran IP mendeteksi alamat publik Anda dan memverifikasi apakah alamat tersebut milik penyedia VPN atau ISP asli Anda seperti IndiHome/Telkom, Biznet, MyRepublic, First Media, atau XL. Pemeriksaan Kebocoran DNS mengkueri delapan resolver DNS publik utama untuk menentukan server DNS mana yang sebenarnya digunakan browser Anda — jika permintaan DNS melewati tunnel VPN dan menuju resolver ISP lokal maka aktivitas browsing Anda tetap terekspos meskipun IP tampak tersembunyi.

Pemeriksaan Kebocoran WebRTC menggunakan API RTCPeerConnection browser untuk memeriksa apakah permintaan server STUN mengungkap alamat IP asli Anda. Semua tes berjalan sepenuhnya di browser dan tidak ada data yang disimpan atau dicatat. Gunakan alat ini sebelum mempercayakan browsing sensitif ke koneksi VPN dan setelah mengganti server atau protokol.

Cara Penggunaan

  1. 1Buka alat — ketiga tes (IP, DNS, WebRTC) mulai berjalan otomatis
  2. 2Tinjau pemeriksaan Kebocoran IP: pastikan alamat IPv4 Anda milik VPN, bukan ISP Anda
  3. 3Periksa hasil Kebocoran DNS: semua resolver harus berada di negara yang sama dengan server VPN
  4. 4Inspeksi tes Kebocoran WebRTC: tidak ada alamat IP publik yang berbeda dari IP VPN Anda
  5. 5Lihat lencana putusan keseluruhan: hijau berarti tidak ada kebocoran, kuning atau merah menunjukkan masalah
  6. 6Jika ditemukan kebocoran, putuskan VPN, perbaiki masalah, sambungkan ulang, dan jalankan tes lagi

Siapa yang Menggunakan

Administrator Sistem

Pantau dan atasi masalah infrastruktur

Pengembang

Debug masalah jaringan dan integrasikan via API

Spesialis SEO

Verifikasi konfigurasi domain dan performa

Analis Keamanan

Audit dan evaluasi keamanan jaringan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu kebocoran VPN dan mengapa berbahaya?
Kebocoran VPN terjadi ketika data yang seharusnya dienkripsi dan dikirim melalui tunnel VPN malah berjalan melalui koneksi internet biasa, mengekspos alamat IP asli, kueri DNS, dan lokasi Anda. Kebocoran DNS paling umum — browser mengirim pencarian nama domain ke server DNS milik ISP seperti IndiHome atau Biznet alih-alih server VPN. Kebocoran WebRTC memanfaatkan API browser untuk menemukan IP asli meskipun VPN aktif. Kebocoran IP terjadi ketika traffic IPv6 melewati tunnel VPN sepenuhnya.
Bagaimana cara kerja tes kebocoran DNS?
Tes ini mengkueri delapan resolver DNS publik utama seperti Google 8.8.8.8, Cloudflare 1.1.1.1, Quad9, OpenDNS, AdGuard, dan CleanBrowsing. Setiap resolver mengembalikan alamat IP publiknya yang kemudian kami geolokasi untuk menentukan negara dan organisasi. Jika semua resolver menunjukkan lokasi yang konsisten dengan negara server VPN maka tidak ada kebocoran. Jika ada resolver yang menunjukkan negara asli atau ISP Anda maka permintaan DNS melewati tunnel VPN.
Apa itu kebocoran WebRTC dan bagaimana memperbaikinya?
WebRTC adalah fitur browser untuk panggilan video dan koneksi peer-to-peer. Fitur ini memerlukan penemuan alamat IP melalui server STUN dan proses ini dapat melewati tunnel VPN. Untuk memperbaiki di Firefox, nonaktifkan media.peerconnection.enabled di about:config. Di Chrome, pasang ekstensi pemblokir WebRTC. Beberapa ekstensi browser VPN juga memblokir WebRTC secara otomatis. Setelah perubahan, jalankan ulang tes ini untuk memverifikasi.
VPN terhubung tapi tes menunjukkan IP asli — apa yang salah?
Beberapa hal bisa menyebabkan ini: VPN mungkin terputus tanpa pemberitahuan, kill switch tidak aktif, traffic IPv6 melewati tunnel, atau protokol VPN tidak merutekan semua traffic. Aktifkan kill switch, nonaktifkan IPv6 di pengaturan jaringan, dan ganti dari split tunneling ke mode full tunnel. Sambungkan ulang dan jalankan tes lagi. Jika masalah berlanjut, coba server atau protokol VPN yang berbeda.
Seberapa sering harus menjalankan tes kebocoran VPN?
Jalankan tes setelah setiap koneksi VPN atau pergantian server, setelah pembaruan OS atau browser, setelah memasang ekstensi baru, dan saat berpindah antara Wi-Fi dan data seluler. Banyak kebocoran VPN bersifat intermiten dan mungkin tidak muncul di setiap koneksi, jadi pengujian rutin adalah satu-satunya cara untuk mendeteksinya.